Selamat Datang

Anda sekarang ada di The Muthohary Dinasty Centre. Sebuah blog yang memberikan informasi berbagai hal kepada anda. Silahkan telusuri berbagai informasi yang kami sediakan, dan semoga bisa memberikan kepuasan kepada anda. Silahkan beri kami berbagai hal yang memberikan kebaikan untuk kita bersama. Terima kasih

Kamis, 26 Mei 2011

LOMBA BERHITUNG CEPAT TANPA ALAT BANTU

Pengembangan ilmu pengetahuan selalu dituntut untuk menciptakan metode - metode paktis bagi manusia dalam membantu menyelesaikan aktivitas. Tidak hanya praktis dan simpel, pengembangan ilmu pengetahuan juga diharapkan mampu memberikan kecepatan yang akurat untuk menyelesaikan tiap pekerjaan manusia. Pada masa purba, orang menyalakan api harus repot dengan sejumlah persiapan. Mulai dari batu pematik, alat gesek, hingga media mudah bakar. Perkembangan lebih lanjut, kemudian dibuat korek api yang semula dibuat dari campuran bahan kimia mudah bakar hingga sekarang diciptakan berbagai alat pematik api yang praktis, cepat dan mudah.
Pengembangan ilmu pengetahuan dibidang aritmetika dituntut hal yang sama. Metode - metode baru hasil pengembangan metode lama terus dilakukan untuk menciptakan metode praktis dan mudah untuk menyelesaikan penghitungan aritmatik. Sebagai bentuk pengembangan yang mengarah kepada pendekatan belajar sambil bermain, khususnya pada bidang studi aritmetika, di Indonesia mulai dikembangkan pola Sistem Edukasi Mengoptimalkan Potensi  Otak Anak (SEMPOA). Metode ini mengadopsi tehnik penghitungan (aritmatik) dari metode – metode klasik dengan pengembangan yang mengarah pada pola belajar sambil bermain. SEMPOA sudah ditemukan dan dikenalkan sejak lama. Kalau di Cina ada istilah cipoa, kalau di Arab ada juga istilah abacus. Jadi SEMPOA itu adalah istilah Indonesia. Ilmu pengetahuan memang berkembang secara pesat dan tidak dibatasi. Karena itu banyak lembaga yang menggunakan nama sempoa, namun karena ilmu yang terus berkembang maka antara satu lembaga dengan lembaga yang lain metodenya tidak bisa sama. 
Semua pengembangan metode - metode aritmatik meng-claim sebagai metode yang paling praktis dan efektif. Pembuktian terhadap efektifitas dan kepraktisan sebuah hasil pengembangan metode aritmatik perlu dibuktikan, dan salah satu pembuktiannya dengan cara lomba kecepatan menghitung aritmatika. Ide dasar inilah yang melatar-belakangi diselenggarakannya
LOMBA BERHITUNG CEPAT TANPA ALAT BANTU
Lomba ini diprakarsai oleh PRISMA Cabang Rembang dan bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Rembang. Kegiatan ini meliputi berbagai rangkaian kegiatan selain lomba, yang diantaranya bazaar produk kerajinan rembang dan kuliah umum (stadium general) sebagai suplemen acara dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini mengambil peserta siswa Taman Kanan - kanak dan siswa Sekolah Dasar dari kelas 1, 2 dan 3 se-Kabupaten Rembang. Pelaksanaan acara pada tanggal 12 Juni 2011, dan bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rembang